Nuansametro.com - Bandung | Ratusan warga dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati halaman Mapolda Jabar dalam rangka kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar). Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah dihimpit naiknya harga kebutuhan pokok.
Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini, masyarakat tampak antusias berburu berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung terigu, hingga sayuran segar. Semua dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, demi meringankan beban ekonomi, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.
Amanah dari Mabes Polri dan Presiden Prabowo
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan implementasi dari arahan Mabes Polri sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Gerakan ini tidak hanya digelar di Mapolda, tetapi juga serentak di 23 polres se-Jawa Barat. Kami ingin memastikan masyarakat di berbagai daerah dapat merasakan langsung manfaatnya,” jelas Kapolda Rudi.
Polda Jabar juga secara khusus mengundang berbagai komunitas, seperti pengemudi ojek online, santri pesantren, hingga petugas kebersihan, agar program ini menyentuh kalangan yang memang paling membutuhkan.
Harga Murah, Kualitas Terjamin
Harga yang ditawarkan dalam program ini sangat terjangkau. Misalnya, beras dijual hanya Rp11.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) di pasaran. Telur ayam pun didatangkan langsung dari peternak, sementara gula, minyak goreng, dan tepung terigu disediakan oleh distributor resmi yang telah bekerja sama dengan Polda Jabar.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 Agustus 2025, dan akan dilanjutkan dengan program serupa di tingkat lokal.
“Setelah tanggal 17, kami akan memperluas jangkauan dengan dukungan beras dari SPHP melalui kerja sama dengan Bulog,” tambah Rudi.
Pasar Keliling untuk Akses Lebih Luas
Polda Jabar juga merencanakan operasi pasar keliling bersama Perum Bulog menggunakan kendaraan logistik dari Polda dan Bulog, agar pangan murah dapat langsung menjangkau masyarakat di pelosok.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Mohamad Alexander, menegaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan 20 ton beras murah khusus untuk Polda Jabar, dan secara total menargetkan distribusi hingga 69 ribu ton beras untuk masyarakat Jawa Barat sampai akhir Agustus.
“Kami bersinergi dengan Polda Jabar, dinas terkait, dan Satgas Pangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ini bagian dari upaya menekan inflasi dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” tegas Alexander.
Masyarakat: Terbantu dan Berharap Berlanjut
Banyak warga menyampaikan rasa syukur atas adanya program ini. “Alhamdulillah, harganya sangat membantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin,” ujar Ani, seorang ibu rumah tangga asal Cimahi yang datang sejak pagi.
Dengan langkah konkret ini, Polda Jabar dan Bulog menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
• Kojek

0 Komentar