Foto : Kepala SMPN 1 Pedes, Masdi Masbar Efendi, S.Pd.
Nuansametro.com - Karawang | Sekitar 400 orang tua siswa baru kelas VII SMPN 1 Pedes mengikuti rapat komite dan sosialisasi program sekolah yang digelar di gedung utama SMPN 1 Pedes, Selasa (29/7). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam menyongsong tahun ajaran baru yang lebih berkualitas dan transparan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Pedes, H. Aef Saepudin, SKM, yang turut menyampaikan program-program Kecamatan Pedes yang bersinergi dengan dunia pendidikan.
Kepala SMPN 1 Pedes, Masdi Masban Effendi, S.Pd., menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan program-program sekolah, mulai dari kurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler.
Selain itu, ia juga menyampaikan kesiapan sekolah dalam mengadopsi program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dari Kemendikbudristek.
Tidak Ada Paksaan Pembelian LKS dan Seragam
Menanggapi isu seputar pengadaan LKS dan seragam, Masdi menyatakan secara tegas bahwa pihak sekolah tidak menjual maupun mewajibkan siswa membeli buku LKS dan seragam sekolah.
“Kami tidak menjual LKS dan seragam, apalagi memaksakan. Jika orang tua ingin membelinya, silakan beli di luar. Sekolah tidak mewajibkan apa pun,” ujarnya.
Sumbangan Sukarela Melalui Komite Sekolah
Terkait sumbangan pendidikan, Masdi menegaskan bahwa seluruh penggalangan dana dilakukan melalui komite sekolah dan bersifat sukarela tanpa patokan jumlah dan tenggat waktu.
“Kami menghindari sistem sumbangan yang mengikat. Tidak ada nominal tetap, tidak ada batas waktu. Semua murni berdasarkan kesediaan dan kemampuan orang tua,” tambahnya.
Ketua Komite SMPN 1 Pedes, Soleh Sulaeman, turut menjelaskan bahwa musyawarah dengan orang tua berjalan kondusif.
Sosialisasi berlangsung tertib, dan para wali murid menyimak dengan seksama penjelasan dari pihak sekolah.
“Kami mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. Komite sekolah berfungsi sebagai pengawas, penengah, dan pendukung pendidikan. Semua sumbangan bersifat sukarela dan tidak ada unsur pemaksaan,” jelas Soleh.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada praktik penjualan seragam di sekolah, serta berharap para orang tua tidak salah paham atas informasi yang disampaikan dalam musyawarah.
Wujudkan Pendidikan yang Nyaman dan Transparan
Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Pedes berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi para siswa dan guru.
Kejelasan informasi mengenai kebijakan sekolah juga diharapkan dapat membangun kepercayaan dan kolaborasi yang lebih baik antara sekolah dan orang tua.
“Kami ingin memastikan semua pihak merasa nyaman. Guru bisa mengajar dengan tenang, dan orang tua percaya bahwa anak-anak mereka mendapat pendidikan terbaik,” pungkas Masdi.
• ZIS
0 Komentar