Headline News

Lima Ruas Jalan di Kota Tangerang Dicanangkan Jadi Kawasan Bebas Macet, Ini Titik Prioritasnya!


Foto : Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, Nopta Histaris Suzan.

Nuansameteo.com - Karawang | Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Tangerang Kota resmi mencanangkan lima ruas jalan arteri sebagai Kawasan Bebas Macet (KBM) dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2025. 

Program ini digagas sebagai upaya jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi keluhan utama warga Kota Tangerang.

Kelima ruas jalan yang masuk dalam program ini adalah:

  1. Jalan Raya Daan Mogot

  2. Jalan Lio Baru

  3. Jalan KH Hasyim Ashari

  4. Jalan Maulana Hasanudin

  5. Jalan Raya Bayur

Kasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan menjelaskan, penetapan lima ruas jalan tersebut dilakukan berdasarkan kajian intensif dan banyaknya aduan masyarakat yang diterima melalui layanan call center 110 maupun Command Center Polres di nomor 0822-1111-0110.

“Kami mencatat lima titik kemacetan paling sering dikeluhkan masyarakat karena volume kendaraan yang tinggi dan infrastruktur yang belum optimal,” ujar AKBP Nopta kepada awak media, Rabu (16/7/2025).

Fokus Titik Kemacetan dan Solusi Setiap Ruas Jalan

Ruas Jalan Raya Daan Mogot menjadi prioritas utama, khususnya di KM 19, Kebun Besar, Batu Ceper, yang kerap macet karena putaran balik (U-turn) setelah Jembatan Ampera.

Di Jalan Maulana Hasanudin, kemacetan dominan terjadi di perlintasan rel kereta depan Stasiun Poris, lokasi vital yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Jakarta Barat.

Sementara itu, Jalan Lio Baru menghadapi kemacetan parah di pertigaan Jalan Pembangunan 1, yang juga memperparah kondisi karena bentuk jalan yang menyempit (bottleneck).

Adapun di Jalan Raya Bayur, kemacetan erat kaitannya dengan mobilitas warga dari wilayah Cibodas, Periuk, Cadas, hingga Sepatan, yang setiap hari melintasi jalur ini untuk menuju Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Di Jalan KH Hasyim Ashari, titik kemacetan banyak ditemui antara perempatan Jalan Jenderal Sudirman hingga Lampu Merah Gondrong. Persoalan klasik di sini adalah banyaknya putaran balik tak resmi yang dijaga oleh warga—dikenal sebagai "pak ogah".

“Kami akan menggandeng masyarakat menjadi Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), agar lebih tertib dan terarah,” jelas AKBP Nopta.

Target Kota Tangerang Bebas Macet Tahun 2026

Program KBM ini akan dijalankan secara bertahap selama satu tahun ke depan dengan melibatkan dukungan Pemerintah Kota Tangerang, serta penyesuaian strategi di tiap lokasi. 

Mulai dari penambahan personel, perbaikan infrastruktur, hingga edukasi masyarakat tentang tertib berlalu lintas.

“Setiap lokasi punya karakteristik berbeda. Kami akan sesuaikan pendekatannya, mulai dari solusi teknis hingga peran aktif warga. Targetnya, di tahun 2026, kawasan bebas macet bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan Kota Tangerang bisa menjadi contoh kota metropolitan yang sukses menata lalu lintas dan menekan kemacetan secara berkelanjutan.


• David Hardson 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro