Nuansametro.com - Serdang Bedagai | Suasana di lingkungan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, memanas. Sejumlah media lokal dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengeluhkan adanya dugaan ketidakmerataan dalam penyaluran bantuan khusus dari pihak perusahaan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa kisruh ini mulai mencuat setelah adanya pergantian pihak yang mengatur mekanisme penyaluran bantuan.
Jika sebelumnya pembagian berlangsung secara kondusif dan terbuka, kini muncul dugaan bahwa bantuan hanya diterima oleh sebagian pihak saja.
"Kami rutin menerima bantuan sebelumnya. Tapi sejak penanggung jawabnya diganti, kami tidak pernah menerima lagi. Ada yang dapat, ada yang tidak. Ini bikin gaduh," ujar salah satu perwakilan media lokal yang enggan disebutkan namanya.
Kericuhan pun sempat terjadi ketika sejumlah perwakilan media dan LSM mencoba meminta kejelasan langsung kepada pihak keamanan dan staf perusahaan.
Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PKS Adolina Perbaungan terkait kisruh tersebut.
Para pihak yang merasa dirugikan mendesak agar perusahaan segera melakukan klarifikasi secara terbuka. Mereka juga meminta agar dilakukan pendataan ulang demi menjamin penyaluran bantuan yang lebih adil dan transparan ke depannya.
"Kami tidak menuntut berlebihan, hanya minta kejelasan. Jangan sampai ada pihak yang dianakemaskan, sementara yang lain diabaikan," tegas salah seorang aktivis LSM setempat.
Situasi ini masih terus bergulir. Para perwakilan media dan LSM berharap manajemen PKS Adolina dapat mengambil langkah bijak dan cepat dalam menyelesaikan persoalan ini, agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar di kemudian hari.
Reporter: Romson Nainggolan
0 Komentar