Headline News

Drama Duka di RSUD Karawang Berakhir Damai, Keluarga dan Pihak Rumah Sakit Saling Memaafkan

Foto : Gedung RSUD kabupaten Karawang.

Nuansametro.com - Karawang | Polemik yang sempat mencuat pasca meninggalnya seorang bayi di RSUD Karawang akhirnya menemui titik terang. Kedua belah pihak keluarga pasien dan manajemen rumah sakit telah saling membuka diri, berdialog, dan mencapai penyelesaian damai.

Ayah dari bayi yang wafat, Edwin, sebelumnya meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan medis yang ia anggap lamban dan tidak profesional saat istrinya menjalani proses persalinan. 

Namun setelah melihat hasil audit rekam medis, Edwin menyatakan bahwa ia kini memahami situasi medis yang terjadi.

“Awalnya saya sangat marah. Tapi setelah mengetahui hasil audit medis, saya mengerti bahwa tim RSUD Karawang sudah berupaya maksimal untuk menyelamatkan anak dan istri saya. Takdir berkata lain. Saya menghargai itikad baik RSUD yang sudah meminta maaf secara langsung,” ungkap Edwin.

Sebagai bentuk penghargaan atas langkah tanggung jawab yang diambil rumah sakit, Edwin juga menyampaikan apresiasinya terhadap tindakan manajemen yang merotasi tenaga medis yang ia nilai tidak profesional.

“Saya sudah memaafkan. Harapan saya ke depan, tidak ada lagi pelayanan yang lamban dan sikap ketus dari tenaga medis kepada pasien,” ujarnya lugas.

Permintaan maaf resmi disampaikan oleh Direktur RSUD Karawang, Andri Sariful Alam, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 19 Mei 2025. Dalam kesempatan tersebut, pihak RSUD mengungkapkan penyesalan mendalam atas peristiwa yang terjadi.

“Kami dari manajemen RSUD Karawang menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami, khususnya dalam pelayanan,” ujar Andri.

Menurutnya, sejak awal insiden, pihak rumah sakit telah mengambil langkah sesuai prosedur. Evaluasi menyeluruh terhadap tenaga medis yang terlibat langsung dilakukan, baik dari sisi profesionalitas medis maupun etika pelayanan.

Andri menjelaskan bahwa hasil audit dan evaluasi tersebut langsung disampaikan kepada keluarga pasien dalam waktu tiga hari. Namun, pertemuan untuk menjelaskan secara langsung sempat tertunda karena Edwin harus mendampingi istrinya yang masih menjalani perawatan.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami. RSUD Karawang berkomitmen untuk terus berbenah, terutama dalam hal komunikasi dan empati tenaga medis kepada pasien dan keluarga,” tegasnya.

Insiden ini menjadi refleksi bersama pentingnya transparansi, tanggung jawab, serta humanisme dalam layanan kesehatan publik. 

Meski duka tak bisa dihapus, penyelesaian damai ini menjadi awal baru untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.



• NP 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro