Headline News

Limbah Yang Diduga B3 Marak Dijual Sebagai Bahan Plester Rumah Warga di Karawang


Foto : Limbah yang diduga bahan berbahaya yang marak di kecamatan Jayakerta dan Kutawaluya  (dok: notice)

Nuansa Metro - Karawang |  Limbah yang diduga sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan tidak hanya di Kecamatan Jayakerta, namun juga mulai marak diperjualbelikan di Kecamatan Kutawaluya, Karawang. Keprihatinan meningkat setelah limbah berbahaya ini diketahui digunakan oleh warga sebagai bahan plester rumah.

Sekretaris Desa Sindangkarya, Jalaludin, membenarkan keberadaan limbah yang diduga berbahaya tersebut di wilayahnya. Ia mengaku baru mengetahui bahwa limbah tersebut termasuk dalam kategori B3 yang membahayakan kesehatan.

 "Benar, limbah itu ada di Desa Sindangkarya. Saya juga baru tahu bahwa limbah tersebut berbahaya," ungkap Jalaludin seperti dilansir dari Notice, Jumat (7/2).

Menurut Jalaludin, banyak warga yang membeli limbah itu tanpa mengetahui bahaya yang terkandung di dalamnya. Mereka membeli limbah tersebut dengan harga murah, yang kemudian digunakan sebagai bahan plester rumah. 

"Saya yakin warga tidak tahu bahwa limbah itu berbahaya, mereka hanya melihat harga murah untuk keperluan plester," tambahnya.

Pihak pemerintah desa pun berencana memberikan edukasi kepada warga untuk menghentikan penggunaan limbah berbahaya ini. 

"Kami akan memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak membeli atau menggunakan limbah ini lagi. Bahkan, kami akan mencari tahu siapa yang menjualnya," tegas Jalaludin.

Sekretaris Kecamatan Kutawaluya, Romli, juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta aparat desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dari limbah tersebut. 

"Saya sudah menegur pihak desa agar warga tidak membeli limbah yang diduga B3 itu," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai asal-usul limbah tersebut atau langkah lebih lanjut yang akan diambil untuk menanggulangi peredaran limbah berbahaya ini.

Pemerintah daerah dan masyarakat kini diharapkan dapat bekerja sama untuk menangani masalah ini agar tidak menambah risiko kesehatan di lingkungan sekitar.


• Red 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro