Foto : Aliansi Alimkatipu saat gelar aksi di kantor Bawaslu Kota Tasikmalaya
Nuansa Metro - Tasikmalaya | Kota Tasikmalaya kembali diramaikan dengan aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya. Kali ini, ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Politik Uang (Alimkatipu) turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan atas dugaan pelanggaran serius selama pelaksanaan Pilkada Kota Tasikmalaya 2024.
Dalam orasi mereka, massa menyoroti praktik money politic yang diduga melibatkan sejumlah elit politik setempat. Tak hanya itu, mereka juga membawa bukti berupa rekaman video dan kesaksian warga yang menguatkan adanya pelanggaran ini.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ustad Dani, menegaskan bahwa praktik-praktik semacam ini adalah bentuk penodaan terhadap demokrasi.
“Kami mendapati adanya dugaan praktik politik uang dengan nominal mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Ini sangat mencederai prinsip demokrasi,” ujar Dani saat ditemui usai aksi.
Menurutnya, jika temuan ini tidak segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu atau KPU, maka masyarakat siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami akan memberikan peringatan lebih keras jika penyelenggara Pemilu tidak menjalankan tugasnya sesuai undang-undang,” tegasnya.
Desak Penegakan Hukum
Selain menuntut transparansi, massa juga meminta agar pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran ini dijatuhi hukuman setimpal.
“Siapa pun paslon yang terlibat dalam praktik curang harus diadili. Jika Bawaslu membiarkan, maka ini bukti bahwa demokrasi di Kota Tasikmalaya sedang dalam kondisi sakit,” tambah Dani.
Ia menyebut bahwa pelanggaran yang ditemukan tidak hanya soal politik uang, tetapi juga mencakup pelanggaran administrasi, kode etik, hingga penyalahgunaan dana Pemilu. Semua temuan tersebut, menurutnya, telah dilaporkan secara resmi kepada pihak berwenang.
“Kami berharap Bawaslu dapat menunjukkan sikap tegas dan profesional dalam menangani laporan ini,” pungkas Dani.
Peringatan untuk Penyelenggara Pemilu
Aksi ini menjadi sinyal kuat bagi penyelenggara Pemilu di Kota Tasikmalaya untuk lebih serius dalam menegakkan aturan dan menjaga integritas demokrasi. Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari Bawaslu dan KPU dalam merespons temuan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bawaslu Kota Tasikmalaya terkait tuntutan massa Alimkatipu. Situasi di sekitar kantor Bawaslu pun sudah kembali kondusif setelah massa membubarkan diri dengan tertib.
• Red
0 Komentar