Nuansa Metro - Karawang | Tragedi memilukan menimpa para pekerja PT Multidaya Putra Sejahtera (MPS) di Dusun Bakan Lio, Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Lima pekerja mengalami keracunan saat membersihkan tangki pengolahan pupuk organik di pabrik tersebut. Kejadian ini diketahui sekitar pukul 08.00 pagi.
Korban segera dievakuasi ke RS Proklamasi. Dari lima korban, empat di antaranya meninggal dunia, sementara satu korban masih dalam kondisi kritis. Semua korban adalah warga setempat.
Peristiwa ini menarik perhatian publik dan mendapat sorotan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karyasari. Abdul Karim, yang akrab disapa Malih, Ketua BPD Desa Karyasari, menjelaskan kronologis kejadian.
"Seperti biasa, para pekerja membersihkan tangki pagi itu. Sekitar pukul 08.00, warga setempat diberitahu tentang kejadian tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke RS Proklamasi. Sayangnya, dari lima korban, empat meninggal dunia, dan satu masih kritis," ungkap Malih saat dikonfirmasi oleh jurnalis Nuansa Metro.
Malih juga mengkritik perusahaan yang dinilai abai dan lalai terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Selama hampir tiga tahun beroperasi, perusahaan ini tidak menerapkan standar K3 dengan baik. Keselamatan para pekerja tidak sesuai SOP, aturan ketenagakerjaan tidak diterapkan, BPJS Ketenagakerjaan tidak ada, dan upah pekerja tidak jelas," tambahnya.
Tragedi ini juga mendapat perhatian dari Bupati Karawang dan anggota DPR RI Komisi VIII, Obon Tabroni, yang melayat ke rumah duka para korban. Pihak BPD berharap perusahaan bertanggung jawab dengan memberikan santunan kepada keluarga korban sesuai aturan ketenagakerjaan.
"Kami akan mendorong dan menekan perusahaan agar memberikan santunan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan," tegas Malih.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat demi melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan dan tragedi serupa di masa depan.
Jurnalis : ITO
0 Komentar