Iklan

terkini

Desa Sukamulya Terdampak Eksplorasi Migas, LSM F12 Tuntut PT Pertamina EP Bertanggung Jawab

MEDIA CETAK & ONLINE NUANSA METRO
Minggu, 02 Juni 2024, 17:53 WIB Last Updated 2024-06-02T10:53:36Z


Foto : H. Ade Hidayat, Ketua Umum LSM F12

Nuansa Metro - Karawang |  PT Pertamina EP, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi, didirikan pada tahun 2005 dan sepenuhnya dimiliki oleh negara melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meskipun Pertamina EP memiliki tanggung jawab besar dalam eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi, kegiatan mereka diduga kerap menimbulkan masalah bagi masyarakat di sekitar lokasi operasional.


H. Ade Hidayat, Ketua Umum LSM F12, mengungkapkan bahwa Desa Sukamulya dan Desa Langgensari di Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, adalah salah satu daerah yang terdampak oleh aktivitas hulu Pertamina EP. Ade menyatakan bahwa sekitar 150 kepala keluarga di Desa Sukamulya terkena dampak dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, dengan rincian 50 KK di lokasi C05 dan 100 KK di lokasi C02.


"Pertamina EP terlihat tidak memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka," ungkap H. Ade kepada awak media.


Ade menekankan bahwa sebagai badan usaha milik negara, Pertamina EP seharusnya memiliki manajemen pengendalian dampak lingkungan yang profesional. Deteksi dini atas potensi masalah harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi, terutama mengingat Desa Sukamulya yang merupakan pusat Kecamatan Cilamaya Kulon telah dikelilingi oleh pipa Pertamina EP.


"LSM F12 berjanji akan terus mendesak dan mengawal hak-hak warga Desa Sukamulya dan sekitarnya. Jika tuntutan mereka tidak diindahkan, kita berencana untuk menyurati PT Pertamina EP di Klayan, Cirebon," tegasnya.


Terpisah, pemerintahan desa Sukamulya mengungkapkan bahwa desa mereka sering dianggap sebagai hutan tak berpenduduk. Mereka hanya menerima surat pemberitahuan tanpa adanya musyawarah awal atau proses izin lingkungan yang seharusnya dilakukan. 


Meskipun ada kompensasi yang dijanjikan, radiusnya hanya 300 meter dan hanya melibatkan 20 KK. Pemerintah desa khawatir keputusan tersebut akan menimbulkan kecemburuan di kalangan warga lainnya.


Dengan berbagai masalah yang dihadapi warga Desa Sukamulya, tuntutan LSM F12 agar Pertamina EP lebih memperhatikan dampak lingkungan dan hak-hak masyarakat setempat menjadi sangat mendesak.



• Red 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Desa Sukamulya Terdampak Eksplorasi Migas, LSM F12 Tuntut PT Pertamina EP Bertanggung Jawab

Terkini

Topik Populer

Iklan