Iklan

terkini

Pertandingan Karate di O2SN Deli Serdang Berakhir Ricuh Akibat Dugaan Kecurangan Wasit

MEDIA CETAK & ONLINE NUANSA METRO
Jumat, 31 Mei 2024, 19:43 WIB Last Updated 2024-05-31T12:43:13Z


Foto : Pertandingan cabang olahraga karate dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk SLTA/Sederajat tingkat Kabupaten Deli Serdang yang berlangsung di Aula GOR Serbaguna.


Nuansa Metro - Lubuk Pakam |  Pertandingan cabang olahraga karate dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk SLTA/Sederajat tingkat Kabupaten Deli Serdang yang berlangsung di Aula GOR Serbaguna Lubuk Pakam berakhir ricuh pada Rabu malam (29/5). Kekisruhan terjadi ketika Rouin Romito Lumban Gaol, siswa dari SMAN 1 Lubuk Pakam, bertanding melawan peserta dari sekolah lain.


Para pengamat pertandingan menilai terdapat dugaan kecurangan dalam penilaian oleh wasit, di mana sejumlah pukulan sempurna dari Rouin tidak diberikan nilai yang layak. Kejadian ini memicu sorakan protes dari penonton yang tidak dihiraukan oleh wasit.


Akhirnya, Rouin dinyatakan kalah, memicu kemarahan keluarga, pendukung, dan peserta lain yang merasa terjadi ketidakadilan.

Keluarga dan pendukung Rouin menuduh wasit bertindak curang dan menuntut diadakannya pertandingan ulang. 


Mereka juga mengungkapkan bahwa wasit yang memimpin pertandingan adalah wasit "dadakan" yang ditunjuk oleh panitia tanpa memiliki pengalaman dan mandat resmi dari Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI).


Dalam wawancara dengan media, keluarga dan pendukung Rouin menyatakan bahwa para wasit mengaku dipaksa oleh panitia untuk memimpin pertandingan agar cepat selesai karena waktu yang sudah malam.


Padahal, menurut aturan, perangkat pertandingan, termasuk dewan wasit, harus ditentukan oleh panitia O2SN dengan rekomendasi dari Pengcab, Pengprov, atau PB FORKI.


Situasi semakin memanas ketika peserta yang keberatan diminta datang kembali pada Kamis (30/5) pagi ke kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Deli Serdang. Dalam pertemuan tersebut, KONI menegur panitia karena menggunakan wasit "dadakan". Namun, panitia berdalih bahwa penggunaan wasit dadakan telah disetujui oleh pelatih dari peserta cabang olahraga karate.


Kejadian ini mencerminkan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga, terutama dalam ajang sebesar O2SN yang melibatkan banyak siswa berprestasi.



Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali dan panitia dapat lebih cermat dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.



• Romson Nainggolan 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pertandingan Karate di O2SN Deli Serdang Berakhir Ricuh Akibat Dugaan Kecurangan Wasit

Terkini

Topik Populer

Iklan