Iklan

terkini

Seorang Guru Ngaji Babak Belur di Hajar Massa Diduga Akibat Cabuli Santriwatinya

MEDIA CETAK & ONLINE NUANSA METRO
Minggu, 18 Februari 2024, 06:09 WIB Last Updated 2024-05-26T12:35:55Z


illustrasi pelaku pencabulan 

Nuansa Metro - Probolinggo |  Seorang guru ngaji berinisial SN (50) yang diduga telah menyetubuhi muridnya hingga hamil diamankan di polres Probolinggo. SN yang tinggal di desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, kabupaten Probolinggo sempat diamuk warga yang kesal setelah mengetahui perbuatanbya itu pada Jumat (16/02/2024) malam.

SN diamuk oleh ratusan warga desa setempat yang geram akibat ulahnya yang tega menodai HZ (18), salah satu santriwatinya hingga hamil 3 bulan.

Peristiwa main hakim sendiri itu, terjadi setelah pihak keluarga korban melaporkan tindak asusila itu ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo pada Jumat (16/2/2024) siang. 

Selang beberapa jam kemudian, warga yang mengetahui adanya informasi itu, menjadi geram dan tidak terima, apabila di lingkungannya sampai terjadi tindak pidana asusila. Apalagi kasus asusila itu dilakukan oleh seorang guru ngaji kepada santriwatinya.

Tanpa dikomando, warga pun berbondong-bondong mendatangi SN dirumahnya. Tanpa basa-basi warga langsung menyeret keluar si guru ngaji dari dalam rumahnya, dan langsung memukulinya secara beramai-ramai.

Anggota Polsek Kraksaan, Ipda Setyowady yang ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengungkapkan, saat pertama kali mendapat informasi terkait adanya amuk masa itu, pihaknya langsung bergegas menuju ke lokasi kejadian.

 "Setibanya di TKP kami sudah mendapati banyaknya kerumunan masa. Bahkan kami juga mendapati tersangka sudah dalam keadaan babak belur akibat diamuk masa," ungkapnya, Jumat (16/2/2024).

Dilanjutkannya, untuk menghindari aksi main hakim sendiri yang makin anarkis, pihaknya pun segera mengevakuasi tersangka dan mengamankannya ke lokasi yang aman. Sebelum dibawa ke Mapolres Probolinggo, tersangka terlebih dahulu dibawa ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan perawatan medis, akibat luka di sekujur tubuhnya.

"Tersangka berinisial SL sedang menjalani perawatan medis. Nanti akan dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk dimintai keterangannya," ujarnya.

Terpisah, paman dari korban, SH menyampaikan terungkapnya kasus asusila itu. Bermula pada saat HZ jatuh sakit dan diperiksakan kepada tenaga medis. Saat itulah diketahui, kalau korban tengah berbadan dua. Sontak pihak keluarga pun kaget dan langsung mencecar HZ perkara kehamilannya itu.

"Keponakan kami mengaku kalau dia telah diperkosa oleh guru ngajinya. Bahkan kejadian itu telah terjadi berulang kali, dan membuatnya hamil. Karena diancam, makanya dia selama ini memilih bungkam," katanya.

Dilanjutkannya, setelah diketahui tengah hamil. Pihak keluarga sebenarnya masih berharap kalau diagnosa tenaga medis itu salah. Oleh karenanya pihak keluarga bersepakat dengan menunggu apakah korban kembali haid apa tidak.

"Setelah kami pastikan keponakan kami tidak lagi haid. Itu menandakan kalau dia memang tengah hamil, bahkan dia sudah tidak mau lagi kembali bersekolah karena malu," tegasnya.

Mendapati fakta tersebut, akhirnya SH bersama dengan HZ dan keluarga lainnya, bersepakat melaporkan kasus tersebut ke unit PPA Polres Kraksaan, hingga pada akhirnya informasinya menyebar dan berujung pada aksi main hakim sendiri itu.



• NP 


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Seorang Guru Ngaji Babak Belur di Hajar Massa Diduga Akibat Cabuli Santriwatinya

Terkini

Topik Populer

Iklan