Headline News

Bumdes Desa Margamekar Kabupaten Bandung Menjadi Gunjingan Warga, Dana Bumdes Diduga Diselewengkan


Foto : Kantor Desa Margamekar kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung 

Nuansa Metro - Kabupaten Bandung 

Keinginan para tokoh masyarakat Desa Margamekar Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung yang akan mempertanyakan keberadaan dana penyertaan modal Bumdes benar adanya.

Hal ini berdasarkan keterangan Kepala Desa terpilih Ade Wahyu kepada jurnalis Nuansa Metro di kantornya, Kamis 9 November 2023. 

Menurut Ade Wahyu, bila ada masyarakat yang akan mempertanyakan tentang penyertaan modal Bumdes dipersilahkan untuk menanyakannya, asalkan sesuai mekanisme. 

"Semua ada mekanismenya, silahkan mempertanyakan, kami tidak akan menutupi bahkan akan mefasilitasi apalagi hal itu bukan di era kepemimpinan saya, untuk apa di tutupi" ujar Ade Wahyu.

Saat ketua bumdes, Agus H di temui di kediamannya menjelaskan, bahwa ia telah menyerahkan segala sesuatunya kepada pengurus baru pertanggal 5 oktober 2023 lalu.

"Saya sebenarnya sudah bukan ketua bumdes lagi, semua sudah di sertijabkan kepada yang baru, tapi kalau di tanya berapa dana penyertaan modal yang saya terima, ya hanya kurang dari 65 juta selama 2 tahun anggaran" terang Agus.

Masih menurut Agus, dia di angakat menjadi direktur Bumdes dari tahun 2020 akhir menggantikan Ajat Sudrajat yang meninggal dunia. 

Terkait dana, saat menerima penyerahan rekening saldonya 0 rupiah dan tidak tahu apakah ada dana di kepengurusan sebelumnya.

Tahun 2021 menerima dana 49 juta rupiah di gunakan untuk membangun kantor dan tahun 2022 menerima 15 juta untuk bidang perdagangan.

Keterangan Pengurus Lama

Ade Rubini, sekretaris Bumdes Harapanmekar Desa Margamekar tahun 2016-2017 kala di temui memaparkan bahwa di saat menjadi pengelola menerima penyertaan modal di tahun 2017 sebesar 300 juta rupiahdan di pakai untuk usaha simpan pinjam.

"Karena saya basic nya dari PNPM maka di pakai untuk simpan pinjam, modal 300 itu tidak utuh karena pajak harus di bayar" kata Ade.

Lebih jauh Ade menjelaskan, bahwa di masa pergantian kepala desa tahun 2017 kepengurusan bumdes telah di serahkan ke ketua baru (Ajat Sudrajat) yang telah meninggal di tahun 2020. 

Bahkan saat itu (2017) sempat kisruh karena kepala desa terpilih (Aep Saepudin) melaporkan Ade dkk ke aparat penegak hukum (tipidkor polres).

Foto : Ade Rubini 

"Berupa uang cash (di rekening) sebesar 9 juta, kekepala desa 3 juta karena saat itu kepala desa butuh uang dan sisanya berupa usaha kerja sama dengan pihak ke 3 , dengan total 280 juta rupiah dan setelah saat itu saya tidak ikut campur apapun lagi sebab sangat sakit hati saat di laporkan penggelapan modal bumdes oleh kepala desa terpilih saat itu." pungkas Ade.

Dana Desa Tahun 2023

Selain permasalahan Bumdes, di Desa Margamekar Kecamatan Pangalengan juga terendus dugaan pembangunan infrastruktur dari dana desa tahun anggaran 2023 banyak menggunakan dana talangan dari pihak ke tiga, termasuk untuk tahap 2 dan 3 yang belum cairpun sudah di laksanakan di akhir masa jabatan kepala desa Aep Saepudin dengan memakai dana talangan dan inipun walau tidak secara terus terang di akui Ade Wahyudin.

"Kalau untuk pembangunan di masa kepala desa yang lalu saya tidak bisa berkomentar, tapi yang jelas hutang itu bukan hutang di masa pemerintahan saya dan akan konsen mulai di 2024 saja, tapi ingat satu hal bahwa kita harus bijak menyikapi semua ini"  ujar Ade Wahyu.



• AR

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Nuansa Metro