Iklan

terkini

Meradang, Tak Kunjung Masuk Bintara Polri Pasutri Laporkan Terduga Pelaku Penipuan Ke Polres Karawang

MEDIA CETAK & ONLINE NUANSA METRO
Jumat, 05 Mei 2023, 14:27 WIB Last Updated 2023-05-05T07:27:17Z


Foto : Pasutri Toto Mugiarto dan Martuti saat di Polres Karawang

Nuansametro.co.id - Karawang
Pasutri Toto Mugiarto dan Martuti akhirnya habis kesabaran, sudah setahun berjalannya waktu menunggu itikad baik dari terduga pelaku penipuan belum juga ada tanggapan. 

Toto bersama istrinya melaporkan JJ dan DLN ke Polres Karawang pada 04 April 2023 Maret, dan diterima dengan nomor STT LP/B/679/V/2023/SPKT. Polres Karawang/Polda Jabar.

Toto, mengatakan dirinya merasa tertipu oleh oknum yang mengaku berkerja di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang berinisial JJ.

Menurutnya, berawal, JJ terduga pelaku menjanjikan kepada dirinya, bahwa ia bisa mengakses (memasukan) anaknya menjadi Bintara Polri pada 2022 silam.

Kemudian, kata Toto, dirinya oleh JJ dikenalkan kepada seorang ibu-ibu berinisial DLN, yang mengaku memiliki akses ke Polda dan Mabes Polri guna memasukan anaknya menjadi Bintara.

Usut punya usut, pasangan suami istri (pasutri) warga Kampung Mekarjaya RT 002/003 Cikampek Utara, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang itu mengaku harus merogoh kocek hingga 1 miliar 650 juta agar anaknya dapat masuk Bintara Polri, namun angan angan itu hanya isapan jempol (hasilnya nihil).

Atas kejadian tersebut, akhirnya Toto  dan sang istri Martuti melaporkan JJ dan DLN ke Polres Karawang pada 04 April 2023 Maret, dan diterima dengan nomor STT LP/B/679/V/2023/SPKT. Polres Karawang/Polda Jabar.

Toto yang didampingi panglima DPP LSM Macan Citarum Yendri Vilamonia mengungkapkan, berawal dari keinginannya untuk memasukan anaknya menjadi Bintara Polri.

“Keinginan tersebut di sambut oleh temannya berinisial JJ, dia mengaku dapat memasukan anaknya menjadi bintara,” katanya kepada awak media,  pada Kamis 04 Mei 2023.

Toto menyebut, JJ memperkenalkan DLN untuk memasukan anaknya ke Bintara Polri karena memiliki akses ke Polda maupun ke Mabes Polri. Untuk lulus dibutuhkan biaya Rp 350.000.000. Biaya tersebut di sepakati Toto dengan memberikan uang sebesar Rp. 350.000.000

Ternyata DLN terus meminta biaya agar anaknya dapat masuk Bintara Polri. Dengan bermacam macam dalih DLN terus meminta biaya hingga mencapai 1 milyar 650 juta Rupiah. Saat ini JJ dan DLN tidak dapat dihubungi.

Pihaknya berharap kasus ini cepat di tangani dan para pelaku dapat ditangkap guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Karena merasa telah ditipu, kini kedua orang tua dari calon Bintara Polri ini pun akhirnya menuntut agar uang mereka dikembalikan oleh pelaku.

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum LSM Macan Citarum indonesia, Denni Dollar, memberikan pesan khusus agar kepolisian Polres Karawang, khususnya kepada Kapolres Karawang, agar segera menindak lanjuti kejadian yang sangat merugikan masyarakat dan mencoreng sebuah institusi negara.


• Irfan
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Meradang, Tak Kunjung Masuk Bintara Polri Pasutri Laporkan Terduga Pelaku Penipuan Ke Polres Karawang

Terkini

Topik Populer

Iklan