Iklan

terkini

Tak Gubris Himbauan Polisi, Tradisi Syawalan Berakhir Dengan Tragis

MEDIA CETAK & ONLINE NUANSA METRO
Minggu, 30 April 2023, 07:16 WIB Last Updated 2023-04-30T00:16:22Z



Foto : Satreskrim Polres Pekalongan saat olah TKP

Nuansametro.co.id - Pekalongan 
Akibat terkena ledakan petasan berukuran jumbo, seorang bocah bernama M. Navik, 12 tahun, warga Desa Jrebengkembang Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan tewas mengenaskan pada Sabtu (29/4) pagi. 

Selain itu, juga ada 4 korban lainnya yang hingga kini masih di rawat di RSI Pekajangan. 

Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria didampingi Kasat Reskrim AKP Isnovim dan Kapolsek Karangdadap Iptu Turhan menjelaskan, kejadian ini bermula saat ratusan anak-anak dan warga setempat tengah merayakan tradisi syawalan dilokasi kejadian dengan menerbangkan balon udara dan menyalakan petasan. 

Kapolres menyayangkan musibah ini, karena sebelumnya petugas dari Polsek Karangdadap sudah melakukan himbauan. Ironisnya, petugas yang melakukan patroli pada Sabtu pagi tersebut justru dihalau oleh warga saat mengamankan balon udara. 

Bahkan, petugas mendapat kecaman dan cacian dari warga yang ingin merayakan tradisi tahunan tersebut. 

Akibat peristiwa ini, kapolres bersikap tegas akan mengusut tuntas penyebab terjadinya musibah ini. Kapolres pun langsung memerintahkan Kasat Reskrim, untuk memburu penjual petasan maupun bahan petasan untuk dipidanakan.

•  Rls/Oya
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tak Gubris Himbauan Polisi, Tradisi Syawalan Berakhir Dengan Tragis

Terkini

Topik Populer

Iklan