Iklan

terkini

Sempat Terganjal Oleh Aturan Panitia Pemilihan Calon Rektor Unsika, Prof. Deni Darmawan Kembali Serahkan Berkas Tambahan

MEDIA CETAK & ONLINE NUANSA METRO
Sabtu, 15 April 2023, 04:36 WIB Last Updated 2023-04-14T21:37:08Z


Foto : Prof. DR. Deni Darmawan, S.Pd, M.Si, M.Kom, MCE 

Nuansametro.co.id - Karawang
Sempat terganjal dengan adanya aturan yang mensyaratkan calon Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) paling rendah pernah menjabat atau setara sebagai Kepala jurusan, atau pernah menjabat sebagai ketua lembaga di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun pernah menjadi Pejabat eselon II A di instansi pemerintah paling singkat 2 tahun, dalam proses penjaringan bakal calon Rektor Unsika.

Bakal calon Rektor Unsika, Prof. DR. Deni Darmawan, S.Pd, M.Si, M.Kom, MCE terus berjuang dan berupaya memenuhi persyaratan, yang telah ditetapkan panitia pemilihan bakal calon Rektor Unsika agar dirinya bisa maju menjadi calon Rektor.

Pada Kamis (13/4/2023) siang, Deni Darmawan mendatangi kampus Unsika guna menyerahkan sejumlah persyaratan persyaratan kepada panitia pemilihan bakal calon Rektor Unsika.

Deni mengatakan, hari ini dirinya mendaftar ulang sebagai bakal calon Rektor Unsika, mengingat  saat pendaftaran awal ada kekurangan atau ketidaksesuaian persyaratan yang ditetapkan tim panitia.

"Saya sudah berupaya memenuhi tuntutan persyaratan yang ditetapkan panitia terkait syarat calon Rektor Unsika. Harus pernah menjabat sebagai ketua jurusan atau ketua lembaga di PTN paling singkat dua tahun,"  ucapnya saat ditemui jurnalis Nuansametro.co.id usai menyerahkan berkas persyaratan di Kampus Unsika.

Deni menuturkan, untuk menempuh persyaratan tersebut pihaknya sudah konfirmasi ke Menpan RB lalu di disposisikan ke biro SDM Kemendikbud lalu di disposisikan kembali ke Sekjen Dikti Kemendikbud. Lalu dari rangkaian tersebut dikembalikan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) karena UPI statusnya PTNBA jadi SOTK PTNBA dengan BLU berbeda, artinya persyaratan yang dikenakan bakal calon Rektor Unsika tentu ada perbedaan SOTK.

"Namun kami kembalikan lagi ke panitia, karena kami sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia,"  ujarnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan, pengalaman manajerial antara PTNBA dengan PTN BLU berbeda, dirinya sebagai Kepala Humas pernah menjabat beberapa jabatan manajerial, Kepala humas di UPI sebagai PTNBA levelnya lebih tinggi dari jabatan kepala jurusan atau kepala lembaga di PTN BLU sesuai SOTK yang dirinya miliki.

"SOTK di kami itu sifatnya otonom, sesuai rekomendasi Kemenpan RB,  Kemendikbudristek Dikti dan Inspektorat yang menyebutkan hal tersebut otonomi UPI, artinya Kementrian menghormati pengalaman saya ditingkat Universitas dibandingkan dengan tingkat fakultas maupun program studi,"  ungkapnya.

Deni berharap, seleksi bakal calon Rektor Unsika ini berjalan demokratis, keterbukaan informasi dan kedewasaan dari panitia tim seleksi, agar Unsika menjadi kampus cemerlang, kampus yang lebih unggul, lebih baik dari PTN maupun BLU yang lain.


• Irfan Sahab
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sempat Terganjal Oleh Aturan Panitia Pemilihan Calon Rektor Unsika, Prof. Deni Darmawan Kembali Serahkan Berkas Tambahan

Terkini

Topik Populer

Iklan